Selasa, 09 Oktober 2012

Tugas Individu berkaitan Teori Skinner


Nama : Deasy Anggreini
Nim : 09-008

Pengalaman Pribadi :

            Ketika SD menjadi juara kelas bukan hal yang sulit bagi saya, karena dirumah sudah dibiasakan untuk belajar setiap malam. Namun, hal ini berubah setelah saya masuk SMP, pada saat saya SMP, alat elektronik dan permainan sudah cukup maju dan menggiurkan untuk digunakan. Kelas 1 SMP saya sudah difasilitasi HP dan mendapat permainan PlayStation dirumah, hal tersebut saya dapat karena prestasi saya yang bagus pada masa SD. Tapi sangat disayangkan karena ternyata saya cukup terpukau dengan hal-hal baru dan mulai merasa sulit membagi waktu.
            Kesulitan membagi waktu antara belajar dan bermain awalnya belum membuat orang tua saya resah, tapi keresahan orang tua saya mulai terlihat ketika penerimaan rapor. Saya yang biasanya tetap peringkat 1 di kelas turun menjadi peringkat 2. Orang tua saya tidak marah besar-besaran ketika mengetahui hal ini, namun orang tua saya memberikan penjelasan bahwa prestasi akademik itu perlu.Orang tua saya menempatkan saya pada aturan yaitu dalam seminggu saya hanya diberi waktu bermain 3 jam sehari dan hanya pada hari sabtu dan minggu. Sementara untuk penggunaan HP, orang tua saya hanya memberikan uang seadanya untuk mengisi pulsa. Awalnya terasa berat karena harus kehilangan saat-saat bermain yang menyenangkan, tetapi semua perasaan itu hilang ketika saya berhasil menduduki peringkat 1 lagi dikelas. Dan peraturan seperti diatas terus berlangsung sampai sekarang.

Pembahasan dengan Teori Skinner

            Belajar adalah hal yang berkelanjutan dalam hidup. Selama kita hidup hampir disetiap keadaan kita belajar. Pengalaman yang saya utarakan diatas dapat dijelaskan dengan teori Skinner yang merupakan aliran behavioral dan menekankan pada penguatan. Dimana skinner mengatakan bahwa belajar itu senidri dalah perilaku, dan perubahan perilaku secara fungsional berkaitan dengan perubahan dalam lingkungan.
            Pengalaman diatas apabila ditilik dari teori Skinner dapat terlihat jelas bahwa saya diberikan penguatan untuk dapat merubah perilaku bermain saya yang menyebabkan penurunan prestasi. Penguatan yang diberikan yaitu berupa aturan jam dan hari bermain dan juga diminimalisir uang pembelian pulsa, penguatan seperti ini adalah tipe penguatan negative dikarenakan penguatan ini memberikan pengurangan jadwal bermain saya agar saya memiliki waktu untuk belajar. Dengan adanya penguatan negatif seperti itu maka saya memiliki waktu lebih banyak untuk belajar dan meningkatkan prestasi. Sebenarnya orang tua saya bisa saja memberikan hukuman yang bukan merupakan penguatan menurut Skinner, seperti misalnya saya dalam kurun waktu 1 semester tidak diperbolehkan bermain dan menggunakan fasilitas, namun menurut skinner penguatan yang bersifat negatif akan lebih bermanfaat (ampuh) dalam merubah perilaku apabila penguatan tersebut dilakukan secara terus-meerus. Namun, penggunaan penguatan negatif ini bisa menimbulkan efek samping emosional seperti kecemasan ,dll. Kecemasan yang saya rasakan pada saat itu mungkin pada saat jadwal belajar dan ujian,saya merasa cemas karena saya merasa orang tua saya akan sangat mengawasi (merasa berat hati menjalani masa-masa belajar). Hingga akhirnya kecemasan itu bisa teratasi karena saya berhasil mendapat peringkat 1 dikelas dan merasa bangga atas usaha saya, dan untuk selanjutnya saya tidak merasa keberatan menaati peraturan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar