Rabu, 14 November 2012

No Response???


Pembahasan perilaku sebahagian besar mahasiswa yang mengambil mata kuliah belajar "tidak memberikan respon" terhadap info yang diberikan dosen

  1.      Berdasarkan Teori Albert Bandura

            Teori kognitif-sosial Albert Bandura berusaha menjelaskan belajar dalam latar naturalistik. Pada teori Bandura dapat dilihat terdapat konsep Proses Internal Pemelajar, dimana konsep ini terdiri dari 4 komponen, yaitu Proses Atensional, Proses Retensi, Reproduksi Motorik dan Proses Motivasional.
            Proses Atensional adalah proses dimana perilaku baru diperoleh dari model dengan cara memperhatikan dan memahami perilaku tersebut secara akurat. Proses Retensi, pada proses ini terjadi pertanggung jawaban atas pengkodean simbolik dari perilaku dan penyimpanan kode visual atau verbal dalam memori, jadi pada proses inilah terjadi pengkodean atas perilaku-perilaku yang diamati pada proses Atensional.
            Proses Motorik adala proses kinerja yang merupakan perwujudan dari kode-kode yang didapat melalui proses retensi dan prosses atensional. Proses motivasional adalah proses dimana terdapat motivator dari lingkungan sekitar (eksternal) sebagai penguat untuk melakukan perilaku yang telah melewati tiga proses sebelumnya.
            Dari Konsep Proses Internal Pemelajar yang telah dijabarkan diatas, dapat dilihat bahwa pada kelas Psikologi Belajar yang sebagian besar mahasiswa tidak merespon terhadap info yang diberikan dosen dikarenakan terhambatnya proses terakhir pada konsep diatas yaitu proses motivasional. Bentuk terhambatnya proses motivasional ini adalah dikarenakan mahasiswa melihat bahwa info tersebut didapat pada minggu ujian dimana mahasiswa memfokuskan diri terhadap ujiannya sehingga kurang termotivasi untuk merespon dikarenakan ada ujian.
            Selain itu, konsep Bandura lain yang bisa menjelaskan kondisi tersebut adalah Sistem Pengaturan Diri, pada sistem ini seseorang menguasai proses belajar dirinya sendiri, masing-masing individulah yang mengatur proses pembelajaran seperti apa dan perilaku seperti apa yang akan ia perlihatkan sebagai output dari proses pembelajarannya. Pada mahasiswa yang tidak memberi respon terhadap info tersebut, sistem pengendalian dirinya berarti belum terpenuhi dikarenakan walaupun info diberikan pada minggu ujian, harusya mahasiswa dalam melihat bahwa info tersebut juga merupakan tugas untuk keberlanjutan mata kuliah yang ia ambil.

2.      Berdasarkan Teori Gagne

            Gagne mengungkapkan bahwa kondisi belajar itu terbagi menjadi dua, yaitu kondisi belajar Internal dan kondisi belajar Eksternal. Kondisi belajar Internal adalah bagaimana seseorang dapat megembangkan sikap, memerhatikan dan mengamati semua model yang berperilaku dengan tepat. Kondisi belajar eksternal adalah dimana pembelajaran individu mendapat dukungan dari lingkungan sekitar, bisa berupa stimulus yang nantinya kana berinteraksi dengan pemrosesan internal pemelajar.
            Pada keadaan dimana sebagian besar mahasiswa yang mengambil mata kuliah belajar tidak memberi respon terhadap info yang diberikan dapat dijelaskan dengan teori yang dibahas diatas. Bila dilihat dari kondisi belajar internal, dapat dilihat bahwa kemungkinan besar mahasiswa tidak memerhatikan atau mengamati info yang telah diberikan sehingga tidak tau bahwa info tersebut ada dan meresponnya.
            Sementara dilihat dari kondisi belajar eksternal, mahasiswa sudah mendapat stimulus dari dosen berupa info namun mungkin info ini kurang mendapat dukungan dari lingkungan, misalnya : teman yang sudah membaca info tidak meng-infokan pada teman-temannya yang jarang membuka FB (sarana penyebaran info).

3.      Berdasarkan Teori Piaget

            Piaget mengemukakan 4 faktor yang diperlukan untuk transformasi perkembangan dari satu bentuk penalaran ke bentuk yang lain. Empat faktor tersebut adalah lingkungan fisik, kematangan, pengaruh sosial dan proses yang disebut penyeimbangan.
            Lingkungan fisik adalah interaksi antara individu dan dunia, tetapi kontak lingkungan fisik harus disejalankan dengan menggunakan pengalamannya dengan mengembangkan pengetahuan yang ia miliki. Selanjutanya Kematangan, kematangan sistem saraf penting untuk memungkinkan anak merealisasikan manfaat maksimum dari pengalaman fisik. Yang ketiga pengaruh sosial, yaitu mencakup peran bahasa dan pendidikan, misalnya : jenjang pendidikan yang didapat. Yang terakhir adalah penyeimbangan yang berfungsi untuk menyeimbangkan ketiga faktor sebelumnya agar dapat sejalan.
            Mahasiswa yang tidak merespon info yang didapat dari dosen dapat dijelaskan dengan teroi diatas, yaitu dilihat dari lingkungan fisik, dimana mungkin pada lingkungan fisik ini terdapat hambatan misalnya kurangnya berbagi info dengan teman-teman yang sesama mengambil mata kuliah belajar. Dengan terhambatnya faktor pertama, maka faktor kematangan juga terhambat, karena dengan tidak berbagi info dengan sesama maka kognitif juga tidak akan member respon karena merasa tidak mendapat stimulus. Faktor yang ketiga pengaruh sosial, pada pengaruh sosial ini mahasiswa yang tidak merespon mungkin memutuskan untuk tidak merespon karena melihat bahwa banyak teman-temannya yang juga tidak merespon (pembelajaran dari ligkungan sekitar). Dengan terhambatnya ketiga faktor diatas, maka faktor penyeimbangan juga tidak dapat berjalan sesuai dengan tugasnya sehingga terjadilah perilaku mahasiswa yang tidak merespon info yang diberikan.

1 komentar: